pacman, rainbows, and roller s










Rock Lee Chapter 2 Rencana Besar Untuk Menyatakan Cinta Rock Lee Chapter 2 "Perhatian untuk para pembaca ... Aku jatuh cinta dengan seorang perempuan ... Fufufu ..." Di sebuah Taman yang tak begitu ramai, Rock Lee menembak Sakura dengan hati yang keluar dari dalam mulutnya. "Sakura ... Maukah kau pergi denganku??" Pinta Lee. "Mmm...maaf Lee ... Bagaimana cara mengatakannya ya ... mm ... Kau ... Bukan ..." Tolak halus Sakura dan kemudian pergi meninggalkan Lee. Di tengah kesendiriannya, Rock Lee merasa patah hati. "Aaaah... Kenapa Sakura menolakku ... Lagi!?" Sesalnya. Di tengah penderitaannya itu, secara tak sengaja Rock Lee melihat sebuah buku tergeletak rapi di depannya, iapun memungut buku tersebut. "Hah? Ini kan ... Aku yakin, pasti ini buku milik guru Kakashi ..." pikir Lee dan kemudian membaca isinya. "Ii..ini!!?" Teriak Lee terkejut. Setelah itu, Lee pergi ke tempat dua temannya. "Nah ... Jadi, aku akan membaca buku ini dan mempelajari bagaimana caranya agar aku disukai wanita ..." Terang Rock Lee pada Neji dan Tenten. "Itu kan buku yang sering dibaca guru Kakashi??" Ucap Tenten heran. "mmm ... Mungkin aku bisa mencari tahu rahasia kekuatan guru Kakashi ..." pikir Neji. "Byakugan!!" Bukunya jadi transparan, bisa dibaca dari luar. "Neji!!!" Teriak Lee. "Tapi ... Apa kau yakin, bisa mengerti hanya dengan membacanya?" Tanya Tenten ragu. "Lihat saja nanti!! Dengan melakukan apa yang tertulis di buku ini ... Sakura pasti akan berada di genggamanku!!" Ucap Rock Lee percaya diri. Beberapa saat kemudian, Sakura dan Hinata sedang jalan-jalan di taman. "Ahh ... Duduk dulu yuk ... Capek nih ..." Ucap Sakura. Sesaat sebelum Sakura duduk di atas kursi, seseorang mencegahnya. "Tunggu sebentar Sakura!! Kursi ini agak sedikit kotor ... Jadi, aku akan membersihkannya untukmu ..." Ajaran pertama dari Make-Out Tactics, menarik hati seorang wanita dengan kelembutan. "Gerakan ini ... Jika aku melakukannya dengan lebih keras, ini akan melatih tanganku!!" Pikir Lee yang kemudian membersihkan Kursi tersebut dengan sekuat tenaga. "Dd..dia... Dia Maniak kebersihan!!" Pikir Sakura. "Hieaaahh ... Fufufu ... Tadi berjalan dengan lancar ... Tapi, itu semua baru permulaan ..." Lee bersiap-siap untuk melancarkan taktik kedua. "Hhe... Dan juga ..." "Aa..aha..." Hinata dan Sakura terlihat bingung. "Sakura ... Terimalah bunga ini ..." Ajaran kedua dari Make-Out Tactics, wanita lemah terhadap bunga. "Kyaaaaa....!! Banyak lebahnya!!" Teriak Sakura. "Apa!? Eh ... Te..tenang saja Sakura ... Aku akan memukul semua lebah itu dengan ketepatan 100%!!" Lee mencoba menolong. Bak Buk Bak Buk!! "Dia memukul Sakura dengan ketepatan 100%" Pikir Tenten yang mengamati pereka dari jauh. "Aa... Apa yang kau lakukan Lee!?" Teriak Sakura. "Bbukan ... Sakura ... Aa,aku tak bermaksud ...." "Gawaat ... Kalau begini terus ... Aku harus melakukannya ..." Pikir Lee. Ajaran ketiga Make- Out Tactics, Utarakan dengan jujur perasaanmu. "Umm...mm... Sak.... sakura ... Ssebenarnya ... Mm ... E... Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu ... mmm..er ...aku tak bisa ... Mm ... Aku tak bisa mengatakannya dengan jelas ... mmm... Tapi ..." "Rock Lee ..." Pikir Sakura. "Pick!!" Seekor lebah menyengat tangan Lee. "Gyaaaaaaaa!!! Sakitttt!!!" Teriaknya. "Hah? Pick??" Sakura salah sangka. "Pick? Pig? Babi!?? Ehh... Lee ... Jadi itu yang mau kau katakan??" "Huuh .... Situasinya semakin memburuk ... Kalau begini .... Waktunya untuk Taktik keempat dari Make- Out Tactics .... Menciumnya dengan paksa dan menarik cintanya ..." pikir Lee. "Sakura ...." Lee bersiap-siap. Pick pick pick .... Pick!! "Para lebah menyengat wajah Lee. "Gyaaaaaaaa!! Shaanarooo!!!" Teriak Sakura bersamaan dengan dilihatnya wajah bengkak tak karuan Lee. "Lee bodoh!! Jangan dekati aku lagi!!" Lanjut Sakura dan lalu pergi. Lagi-lagi Lee gagal. "Ja... Jangan sedih Lee ..." Hibur Tenten. Lee terdiam dipojokan. "Banyak hal yang menghalangimu tadi ... Jadi, semuanya berakhir buruk ..." "Sa..sakura ..." "Kita harus memikirkan strategi yang baru Lee ..." "Sa...sakura ...." "Ayolah Lee ... Bertingkahlah seperti kau yang biasanya ...!!" Tenten terus mencoba. "Jadi lebih rock ... Sa ...sakura ...." "Haaaah ... Dia malah semakin depresi" pikir Tenten. "Dia jadi sensitif ..." Tambah Neji. "Oi ... Lee, Neji, Tenten ..." Sesorang tiba-tiba saja muncul. "Guru Kakashi!?" "Yo ..." Kakashi muncul. "Aku sedang menghubungi orang-orang ... Tampaknya ada sekelompok Ninja dari Negara lain berkeliaran di Desa kita ... Jadi Hati- hatilah ..." Ucap Kakashi. "Baik!" Ucap Neji. "Eh? Tunggu dulu ... Tadi Sakura lari ke pinggir desa?" Pikir Lee khawatir. "Eh? Itu kan bukuku?" Ucap Kakashi. "Heh? Jadi anda benar-benar menjatuhkan buku itu Guru Kakashi?" tanya Tenten. "Aku tak mengira kalau yang menemukannya adalah Lee ..." Ucap Kakashi. "Guru Kakashi ... Tolong ajari aku ... Bagaimana cara menjadi orang yang keren??" "Ng? Memangnya ada apa Lee?" "Ceritanya panjang ..." Jawab Tenten. "Anda terlihat sangat keren dengan topeng itu ... Jadi anda belum mengalami masalah seperti yang dialami Lee ..." Tambah Neji. "Ng? Apa maksudmu? Aku menggunakan Topeng ini bukan untuk menjadi keren, tapi untuk menyembunyikan sesuatu yang keluar dari hidungku saat aku membaca buku ini ..." "Hah??" "Haha... Leluconnya nanti saja ..." Ucap Kakashi. "Kau tak akan pernah jadi orang yang keren kalau kau terlalu terobresi dengan hal itu ... Orang keren adalah ia yang melindungi teman- temannya ..." Lanjut Kakashi. Sejenak Lee terdiam. Di tempat lain ... "Kyaaaaa!!!" Sakura dihadang Shinobi Negara lain. "Khukhukhu ... Kau tak akan bisa pulang dengan selamat setelah melihat kami ..." Ucap salah seorang Ninja. "Aaah... Apa yang harus ku lakukan?? Mereka banyak sekali ..." Pikir Sakura. "Matilah kauu!!" "Kyaaaaa!!!" "Suzumebachi!!!!" Rock Lee yang muncul secara tiba- tiba menendang ninja yang mencoba menyerang Sakura. "Lee ..." Pikir Sakura. "Ooh... Tu..tunggu sebentar ..." "Lee? Apa dia mabok??" Pikir Sakura. "Hieyaaahhh...!!" Rock Lee membantai semua lawan-lawannya. "Kkenapa Lee?? Padahal kan aku telah mengatakan hal yang buruk padamu ..." Ucap Sakura. "Itu ... Karena ... Tidak akan keren kalau tidak menolong seseorang yang sangat penting bagimu ..." "Lee ..." "Nah ... Ayo kita pulang Sakura ..." Secara tak sengaja, Rock Lee memegang dada Sakura. "Sh..shanaarooooo!!!" "Akhh!!" Lee dibantai Sakura. Setelah itu ... "Tenten....gyaaaaahhh...." Wajah Lee bengkak terkena sengatan Sakura. "Pada akhirnya ... Semuanya tak berjalan dengan mulus ... Ya ... Mungkin aku memang tak keren ..." "Itu tidak benar ... Menurutku ... Kau sudah cukup keren kok ... Kau sudah melindungi temanmu kan??" "Tweeentweeen....." Lee terharu. "Gyaaaaahhh..!!" Teriak Tenten. Rock Lee kembali menemukan buku Make-Out Tactics dan kemudian membacanya. "Heh? Dia ... Belum belajar satu halpun ..." Pikir Tenten. Dalam hal Cinta, kita tak boleh menyerah Bersambung ke rock lee Chapter 3 thanks to: deioz team

MobPartner CounterTOP-RATING

shinobi yg Online::1::Today::1::minggu ini::1::bulan ini::4::Total::694 shinobi

creatif by
jefri pratama@bangka barat

powered by
XTGEM